Postingan

Deep Talk in Deep Learning: Strategi Humanis untuk Menyelami Beban dan Menumbuhkan Penguatan

 Kasus guru dan murid di Gorontalo yang terjadi pada September 2024 lalu, menamparku sebagai seorang guru. Bagaimana mungkin, di sebuah sekolah besar yang disana ada puluhan guru dan ratusan murid, terdapat seorang siswa yang merasa sendiri dan tidak punya tempat untuk berbagi? Malam hari kubaca tuntas kasus itu, kutelusuri berbagai sudut pandang. Kutemukan fakta-fakta yang mencengangkan. Paginya, aku masuk kelas dengan mata yang terasa kering. Namun di kelas, kembali basah. Kuawali pembelajaran dengan membawa kasus tersebut. Hari itu berlalu dengan sabak. Ada yang menangis sendiri sesegukan, ada pula yang saling berpelukan. Ada yang mampu menulis hingga tuntas, ada yang tak mampu melanjutkan tulisannya. --- "Bu, jangan bacakan ya Bu," pinta seorang siswi perempuan lirih sembari menyerahkan tulisannya, bibirnya bergetar. Kubuka halaman yang sudah ditandainya. Aku terkejut mengetahui bahwa anak secantik ini ternyata tidak punya percaya diri, bahkan untuk angkat tangan saat dia...

Ibu, Tolong Aku

Gambar
Aku tidak pernah menyalahkan keadaan ini. Justru sebaliknya, aku bahagia, karena dengan kondisi seperti ini, aku bisa merasakan bagaimana hidup itu sesunggugnya. Sesuap nasi itu bagaikan sebongkah emas. Butiran yang terlalu berharga untuk tidak ku maknai. Aku melangkah dari sebuah kisah hidup penuh warna. Meski hanya aku saja yang menyebutnya begitu. Aku yakin, dan sangat yakin   bahwa bagi kebanyakan orang ini adalah kondisi yang memprihatinkan, sebuah garis hidup yang tidak layak untuk bersandar pada kata syukran, potret kehidupan yang menyalahkan tuhan, hari-hari yang penuh dengan ratapan dan sejumlah anggapan memilukan lainnya. Banyak cara yang digunakan manusia untuk melakukan komparasi strata. Sebenarnya kemiskinan itu tidak pernah ada. Dia kemudian muncul hanya karena ada istilah yang mempunyai pengertian berlawanan. Begitupun sebaliknya, kaya itu juga tidak akan ada tanpa adanya orang miskin. Harusnya mereka, para orang-orang kaya berterima kasih kepada kami, e...

AYAH, HUJAN...

Gambar
 "Bu, aku ingin di rumah saja hari ini." "Kenapa?" "Hujan." "Hanya karena hujan?" "Ya." dengan sedikit bahasa tubuh. "Bu, ayah kemana?" "Ke kantornya." "Kantor?" "Ya." "Sejak kapan ayah jadi pekerja kantoran?" "Sejak ayahmu mengerti tanggung jawab." "Maksud ibu?" "Coba kau tebak dimana dia sekarang." "Di pasar." "Benar." "Lalu apa hubungannya?" "Tanggung jawab itu membuatnya menjadi pertapa hujan. Tanggung jawab telah memayunginya dari deras rintik kehidupan. Dia tetap merasa teduh, layaknya orang-orang kantoran, meski di pasar, dengan terpal bocor dan kaki celanya yang disinsing dua-tiga gulungan." Aku tertunduk. Menatap ubin-ubin kuning gading. Seakan mereka bertanya: "Tidakkah kau malu pada ayahmu?"

Shadaqah dan Rahasianya

Gambar
Shadaqah dan Rahasianya A.     Hakekat Shadaqah S hadaqah berasal dari kata shidq yang berarti benar. Dan menurut Al-Qadhi abu bakar bin Arabi, benar disini adalah benar dalam hubungan dengan sejalannnya perbuatan dan ucapan serta keyakinan. Dalam makna seperti inilah, shadaqah diibaratkan dalam hadi st : “ Dan shadaqah itu merupakan Burhan (Bukti)”.( HR. Muslim). Shadaqah adalah pemberian dari seorang muslim secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi waktu dan jumlah (Haul dan Nisab) sebagai kebaikan yang dilakukan seorang muslim dengan mengharap ridho ALLAH SWT. B.      Jenis-jenis Shadaqah 1. Shadaqah Sirriyah Yaitu shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Shadaqah ini lebih utama karena lebih mendekati ikhlas . Allah subhannahu SWT berfirman :   “ jika kamu menampakan shadaqahmu, maka itu baik sekali, dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang – orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih...