Shadaqah dan Rahasianya
A.
Hakekat
Shadaqah
Shadaqah
berasal dari kata shidq yang berarti benar. Dan menurut Al-Qadhi abu bakar bin
Arabi, benar disini adalah benar dalam hubungan dengan sejalannnya perbuatan
dan ucapan serta keyakinan. Dalam makna seperti inilah, shadaqah diibaratkan
dalam hadi
st : “ Dan shadaqah itu merupakan Burhan (Bukti)”.(HR.
Muslim).
Shadaqah
adalah pemberian dari seorang muslim secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi
waktu dan jumlah (Haul dan Nisab) sebagai kebaikan yang dilakukan seorang
muslim dengan mengharap ridho ALLAH SWT.
B.
Jenis-jenis
Shadaqah
1. Shadaqah Sirriyah
Yaitu shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Shadaqah ini lebih utama karena lebih mendekati ikhlas.
Allah subhannahu SWT
berfirman:
“ jika kamu menampakan shadaqahmu, maka itu
baik sekali, dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang –
orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih bagimu. Dan Allah akan menghapuskan
dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan”(Al-baqarah[2]:271).
Yang perlu kita perhatikan di dalam ayat di atas adalah,
bahwa yang utama untuk disembunyikan terbatas pada shadaqah kepada fakir miskin
secara khusus. Hal ini karenakan ada banyak jenis shadaqah yang mau tidak mau
harus tampak, seperti dalam membangun sekolah, jembatan, membekali pasukan
jihad dan lain sebagainya.
3
Di
antara hikmah menyembunyikan shadaqah kepada fakir miskin adalah untuk menutupi
aib saudara yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia
serta tidak di ketahui kekurangan dirinya.
2. Shadaqah dengan kemampuan
Maksimal
Berdasarkan Sabda Rasulullah
SAW,
”shadaqah
yang paling utama adalah (infak) maksimal orang tak punya. Dan mulailah dari
orang yang menjadi tanggunganmu.”(HR. Abu Dawud).
Al-Imam al-Baghawi rahimhullah berkata, “Hendaknya
seseorang memilih untuk bershadaqah dengan kelabihan hartanya, dan menyisakan
untuk dirinya kecukupan karena khawatir terhadap fitnah fakir, sebab boleh jadi
dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan infak seluruh atau melebihi
separuh harta) sehingga merusak pahala”.
3. Shadaqah Jariyah
Yaitu shadaqah yang pahalanya terus mengalir meskipun
orang yang bershadaqah telah meninggal dunia. Sesuai dengan sabda
Rasulullah yang artinya,
” Apabila anak Adam wafat
putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan
penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki
maupun perempuan) yang mendoakannya”
(HR. Muslim).
C.
Keutamaan
Shadaqah
Berbagai
krisis yang kita hadapi, pada hakekatnya merupakan ujian dari ALLAH SWT. Allah
banyak menganjurkan shadaqah di dalam Al-Qur’an, karena ia merupakan solusi
jitu dalam mengatasi musibah dan krisis sebagaimana hal ini telah dipraktekkan
oleh Rasulullah SAW , dan para sahabat.
Allah
SWT berfirman dalam menuntun kaum muslimin untuk mengeluarkan shadaqah,
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى
4
وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ
وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 177)
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 177)
Di
antara keutamaan shadaqah:
a. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda
Allah SWT memuliakan kaum muslimin yang bershadaqah dengan hati yang ikhlas. Allah SWT memberikan ganjaran yang berlipat ganda dan menuliskannya disisi-Nya sebagai kebaikan yang sempurna. Sebagaimana firmanNYA:
a. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda
Allah SWT memuliakan kaum muslimin yang bershadaqah dengan hati yang ikhlas. Allah SWT memberikan ganjaran yang berlipat ganda dan menuliskannya disisi-Nya sebagai kebaikan yang sempurna. Sebagaimana firmanNYA:
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”. (QS. Al-Baqarah: 245)
b. Shadaqah sebagai tanda ketaqwaan
Shadaqah adalah tanda dan ciri ketaqwaan seorang muslim.
Allah
-Ta’ala- berfirman,
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
“Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka“. (QS. Al Baqarah : 2-3)
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
“Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka“. (QS. Al Baqarah : 2-3)
5
c. Shadaqah Bekal Menuju Akhirat
Akan tiba masa yang tidak ada lagi jual beli, dan tidak bermanfaat persahabatan. Oleh karena itu, sebelum tiba masa itu hendaknya seseorang mempersiapkan perbekalan yang bisa membantunya yaitu dengan banyak-banyak bershadaqah. Allah Ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang Telah kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang zalim“. (QS. Al Baqarah : 254)
d. Shadaqah adalah perisai dari api neraka
Rasulullah SAW bersabda,
لِيَتَّقِ أَحَدُكُمْ وَجْهَهُ النَّارَ وَلَوْبِشِقِّ تَمْرَةٍ
“Handaknya salah seorang diantara kalian melindungi wajahnya dari neraka, sekalipun dengan sebelah biji korma”. [HR. Ahmad. Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (864)]
e. Shadaqah penghapus kesalahan
Setiap anak cucu adam tidak lepas dari kesalahan, namun Allah yang Maha pemurah telah memberikan suatu sebab yang dengannya bisa menghapuskan kesalahan-kesalahan dari anak cucu adam dan sebab tersebut adalah dengan bershadaqah.
Rasulullah SAW bersabda :
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ المَاءُ النَّارَ
“Shadaqah itu memadamkan (menghapuskan) kesalahan sebagaimana air memadamkan api” [HR. Ahmad]
f. Shadaqah pelindung di Padang Mahsyar
Ketika manusia menanti keputusan di padang mahsyar dan sibuk dengan urusan masing-masing. Manusia pada saat itu tidak peduli lagi dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka. Matahari
6
didekatkan
dengan jarak satu mil, pada saat itulah seseorang sangat membutuhkan pahala
shadaqah yang bisa menaungi mereka. Rasulullah SAW bersabda,
كُلُّ امْرِئٍ فِيْ ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ
“Setiap orang berada dalam naungan shadaqahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia“. [HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim.
g. Shadaqah pemadam panas di alam kubur
Tentunya seorang mukmin apabila dia mati maka dia mendambakan kuburnya adalah termasuk taman di antara taman-taman surga dan jauh dari panasnya api neraka. Rasulullah yang sangat sayang kepada umatnya telah memberikan tuntunan yang bisa menyelamatkan umatnya dari panasnya api neraka yaitu bershadaqah. Beliau bersabda :
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ عَنْ أَهْلِهَا حَرَّ القُبُوْرِ
“Sesungguhnya shadaqah akan memadamkan panasnya kubur bagi pemilik shadaqah”. [HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir, dan Al-Baihaqiy. Syaikh Al-Albaniy meng-hasan-kan hadits ini dalam Ash-Shohihah (3484)]
h. Shadaqah adalah sebab malaikat mendo’akan seseorang
Sungguh suatu kemuliaan tersendiri bila seseorang dido’akan oleh makhluk yang dekat dengan Allah yaitu para malaikat, tentu do’a tersebut adalah do’a yang mustajab. Maka dengan bershadaqahlah bisa menjadi sebab seseorang dido’akan oleh para malaikat. Rasululullah SAW bersabda :
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العَبْدُ فِيْهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَ يَقُوْلُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
“Tak ada suatu hari pun seorang hamba berada di dalamnya, kecuali ada dua orang malaikat akan turun; seorang diantaranya berdo’a, “Ya Allah berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq”. Yang lainnya berdo’a, “Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan infaq”.”. [HR. Al-Bukhori dan Muslim ]
i. Tujuh golongan yang dinaungi
Padang Mahsyar merupakan tempat pengadilan. Allah akan mengadili dan memutuskan segala
كُلُّ امْرِئٍ فِيْ ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ
“Setiap orang berada dalam naungan shadaqahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia“. [HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim.
g. Shadaqah pemadam panas di alam kubur
Tentunya seorang mukmin apabila dia mati maka dia mendambakan kuburnya adalah termasuk taman di antara taman-taman surga dan jauh dari panasnya api neraka. Rasulullah yang sangat sayang kepada umatnya telah memberikan tuntunan yang bisa menyelamatkan umatnya dari panasnya api neraka yaitu bershadaqah. Beliau bersabda :
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ عَنْ أَهْلِهَا حَرَّ القُبُوْرِ
“Sesungguhnya shadaqah akan memadamkan panasnya kubur bagi pemilik shadaqah”. [HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir, dan Al-Baihaqiy. Syaikh Al-Albaniy meng-hasan-kan hadits ini dalam Ash-Shohihah (3484)]
h. Shadaqah adalah sebab malaikat mendo’akan seseorang
Sungguh suatu kemuliaan tersendiri bila seseorang dido’akan oleh makhluk yang dekat dengan Allah yaitu para malaikat, tentu do’a tersebut adalah do’a yang mustajab. Maka dengan bershadaqahlah bisa menjadi sebab seseorang dido’akan oleh para malaikat. Rasululullah SAW bersabda :
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العَبْدُ فِيْهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَ يَقُوْلُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
“Tak ada suatu hari pun seorang hamba berada di dalamnya, kecuali ada dua orang malaikat akan turun; seorang diantaranya berdo’a, “Ya Allah berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq”. Yang lainnya berdo’a, “Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan infaq”.”. [HR. Al-Bukhori dan Muslim ]
i. Tujuh golongan yang dinaungi
Padang Mahsyar merupakan tempat pengadilan. Allah akan mengadili dan memutuskan segala
7
urusan
dan perkara setiap hamba-hamba-Nya, baik itu berkaitan dengan hak Rabb-nya,
orang lain, ataupun dirinya sendiri.
وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jatsiyah: 28)
Saat matahari didekatkan dengan sedekat-dekatnya, ketika itulah para hamba menunggu dan mengharapkan perlindungan dan naungan dari Rabb-nya. Diantara golongan yang mendapatkan naungan saat itu, orang yang ikhlas bershodaqoh. Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِِعِبَادَةِ اللهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِيْ المَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِيْ اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمُ يَمِيْنُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
“Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari kiamat yang mana tidak ada naungan selain naungan Allah….seseorang yang bershadaqoh dengan suatu shadaqoh yang ia rahasiakan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa-apa yang telah dishadaqohkan oleh tangan kanannya”. [HR. Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (629), Muslim dalam Shohih-nya (1032)]
وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jatsiyah: 28)
Saat matahari didekatkan dengan sedekat-dekatnya, ketika itulah para hamba menunggu dan mengharapkan perlindungan dan naungan dari Rabb-nya. Diantara golongan yang mendapatkan naungan saat itu, orang yang ikhlas bershodaqoh. Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِِعِبَادَةِ اللهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِيْ المَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِيْ اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمُ يَمِيْنُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
“Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari kiamat yang mana tidak ada naungan selain naungan Allah….seseorang yang bershadaqoh dengan suatu shadaqoh yang ia rahasiakan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa-apa yang telah dishadaqohkan oleh tangan kanannya”. [HR. Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (629), Muslim dalam Shohih-nya (1032)]
D.
Shadaqah
Pada Hari Jum’at
Shadaqah
pada hari-hari biasa sudah mendatangkan manfaat yang dapat kita petik sekarang
maupun nanti, apalagi jika shadaqah tersebut kita lakukan pada hari jum’at,
yang merupakan hari baik dalam agama kita. Shadaqah pada hari Jum’at memiliki
keutamaan khusus dari hari-hari lainnya.
Telah
diriwayatkan oleh Imam ‘Abdurrazzaq ash-Shan’ani rahimahullah dari Imam Sufyan
ats-Tsauri, dari Mansur, dari Mujahid, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu 'anhuma,
dia berkata, Abu Hurairah dan Ka’ab pernah berkumpul. Lalu Abu Hurairah
Radhiyallahu 'anhu berkata, “Sesungguhnya pada hari Jum’at itu terdapat satu
waktu yang tidaklah seorang muslim bertepatan dengannya dalam keadaan memohon
kebaikan kepada Allah Ta’ala melainkan Dia
8
akan mendatangkan kebaikan itu kepadanya.”
Maka
Ka’ab Radhiyallahu 'anhu berkata, “Maukah engkau aku beritahu kepadamu tentang
hari Jum’at? Jika hari Jum’at tiba, maka langit, bumi, daratan, lautan, pohon,
lembah, air, dan makhluk secara keseluruhan akan panik, kecuali anak Adam (umat
manusia) dan syaitan. Dan para Malaikat berkeliling mengitari pintu-pintu
masjid untuk mencatat orang-orang yang datang berurutan. Dan jika khatib telah
naik mimbar, maka mereka pun menutup buku lembaran-lembaran mereka. Dan
merupakan kewajiban bagi setiap orang yang sudah baligh untuk mandi seperti
mandi janabah. Dan tidak ada matahari yang terbit dan terbenam pada suatu hari
yang lebih afdhal dari hari Jum’at, dan shadaqah pada hari itu lebih agung
daripada hari-hari lainnya.”
Ibnul
Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya shadaqah pada hari Jum’at itu
memiliki kelebihan dari hari-hari lainnya. Shadaqah pada hari itu dibandingkan
dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti shadaqah pada bulan Ramadhan
jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.”
Lebih
lanjut, Ibnul Qayyim juga mengatakan, “Aku pernah menyaksikan Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyyah, semoga Allah menyucikan ruhnya, jika berangkat menunaikan
shalat Jum’at membawa apa yang terdapat di rumahnya, baik itu roti atau yang
lainnya untuk dia shadaqahkan selama dalam perjalanannya itu secara
sembunyi-sembunyi.”
Begitu
luar biasanya hari jum’at. Selain merupakan hari baik dalam agama islam,
bersedekah di hari ini juga mempunyai manfaat yang sangat besar. Seandainya
semua umat Islam mengetahui manfaat ini, tentu tidak ada lagi diantara kita
yang menyia-nyiakan hari jum’at untuk bersedekah, menabung amal sebagai bekal
untuk menghadapi akhirat kelak.
E.
Shadaqah
dan kiamat kecil
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيْكُمُ الْمَالُ، فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُهُ مِنْهُ صَدَقَةً وَيُدْعَى إِلَيْهِ الرَّجُلُ فَيَقُولُ: لاَ أَرَبَ لِي فِيهِ.
9
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيْكُمُ الْمَالُ، فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُهُ مِنْهُ صَدَقَةً وَيُدْعَى إِلَيْهِ الرَّجُلُ فَيَقُولُ: لاَ أَرَبَ لِي فِيهِ.
9
“Tidak
akan tiba hari Kiamat hingga harta menjadi banyak pada kalian, harta itu terus
melimpah sehingga membingungkan pemiliknya siapakah yang mau menerima shadaqah
darinya, lalu seseorang dipanggil kemudian dia berkata, ‘Aku tidak
membutuhkannya.’’
Diriwayatkan dari Abu Musa r.a, Rasulullah SAW bersabda:
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَطُوفُ الرَّجُلُ فِيهِ بِالصَّدَقَةِ مِنَ الذَّهَبِ، ثُمَّ لاَ يَجِدُ أَحَدًا يَأْخُذُهَا مِنْهُ.
“Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang berkeliling dengan membawa harta shadaqah berupa emas, kemudian dia tidak mendapati seorang pun yang mau menerimanya darinya.”
Telah banyak terbukti apa-apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Harta melimpah pada zaman Sahabat Radhiyallahu anhu dikarenakan banyaknya penaklukan, dan mereka membagi-bagikan harta dari penaklukan negeri Persia dan Romawi. Kemudian harta melimpah pada masa ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah, bahkan ada seseorang pada zaman beliau menawarkan harta shadaqah tetapi tidak didapatkan orang yang mau menerimanya darinya.
Demikian pula harta akan melimpah di akhir zaman, sampai-sampai ada seseorang menawarkan harta kepada yang lainnya, lalu orang yang ditawarkan berkata, “Aku tidak membutuhkannya.”
Ini -wallaahu a’lam- merupakan isyarat terhadap apa-apa yang akan terjadi pada akhir zaman, berupa banyaknya harta dan bumi mengeluarkan keberkahan dan simpanannya.
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
تَقِيءُ اْلأَرْضُ أَفْلاَذَ كَبِدِهَا أَمْثَالَ الأُسْطُوَانِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ قَالَ: فَيَجِيءُ الْقَاتِلُ فَيَقُولُ: فِي هَذَا قَتَلْتُ. وَيَجِيءُ الْقَاطِعُ فَيَقُولُ: فِي
Diriwayatkan dari Abu Musa r.a, Rasulullah SAW bersabda:
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَطُوفُ الرَّجُلُ فِيهِ بِالصَّدَقَةِ مِنَ الذَّهَبِ، ثُمَّ لاَ يَجِدُ أَحَدًا يَأْخُذُهَا مِنْهُ.
“Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang berkeliling dengan membawa harta shadaqah berupa emas, kemudian dia tidak mendapati seorang pun yang mau menerimanya darinya.”
Telah banyak terbukti apa-apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Harta melimpah pada zaman Sahabat Radhiyallahu anhu dikarenakan banyaknya penaklukan, dan mereka membagi-bagikan harta dari penaklukan negeri Persia dan Romawi. Kemudian harta melimpah pada masa ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah, bahkan ada seseorang pada zaman beliau menawarkan harta shadaqah tetapi tidak didapatkan orang yang mau menerimanya darinya.
Demikian pula harta akan melimpah di akhir zaman, sampai-sampai ada seseorang menawarkan harta kepada yang lainnya, lalu orang yang ditawarkan berkata, “Aku tidak membutuhkannya.”
Ini -wallaahu a’lam- merupakan isyarat terhadap apa-apa yang akan terjadi pada akhir zaman, berupa banyaknya harta dan bumi mengeluarkan keberkahan dan simpanannya.
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
تَقِيءُ اْلأَرْضُ أَفْلاَذَ كَبِدِهَا أَمْثَالَ الأُسْطُوَانِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ قَالَ: فَيَجِيءُ الْقَاتِلُ فَيَقُولُ: فِي هَذَا قَتَلْتُ. وَيَجِيءُ الْقَاطِعُ فَيَقُولُ: فِي
10
هَذَا
قَطَعْتُ رَحِمِي. وَيَجِيءُ السَّارِقُ فَيَقُولُ: فِـي هَذَا قُطِعَتْ يَدِيْ. ثُمَّ
يَدَعُونَهُ فَلاَ يَأْخُذُونَ مِنْهُ شَيْئًا.
‘Bumi mengeluarkan (harta) simpanannya seperti batangan-batangan dari emas dan perak.’ Beliau berkata, ‘Lalu sang pembunuh datang, dia berkata, ‘Karena inilah aku membunuh,’ kemudian datang orang yang memutuskan hubungan silaturahmi, lalu berkata, ‘Karena inilah aku memutuskan hubungan silaturahmi,’ dan datang si pencuri, lalu berkata, ‘Karena inilah tanganku dipotong,’ kemudian mereka meninggalkannya dengan tidak mengambil sedikit pun darinya.’
‘Bumi mengeluarkan (harta) simpanannya seperti batangan-batangan dari emas dan perak.’ Beliau berkata, ‘Lalu sang pembunuh datang, dia berkata, ‘Karena inilah aku membunuh,’ kemudian datang orang yang memutuskan hubungan silaturahmi, lalu berkata, ‘Karena inilah aku memutuskan hubungan silaturahmi,’ dan datang si pencuri, lalu berkata, ‘Karena inilah tanganku dipotong,’ kemudian mereka meninggalkannya dengan tidak mengambil sedikit pun darinya.’
Mungkin
kita belum menyadari hal ini. Sekarang saatnya kita tafakkur, menyelami
seberapa banyak harta kita yang telah kita infakkan di jalan Allah SWT?
Seberapa kali kita ikhlas dalam memberi terhadap sesama? Jangan sampai kita
menjadi orang-orang yang merugi, yang tidak memanfaatkan apa yang telah diberi
oleh Allah SWT dengan sebaik-baiknya.
11
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Shadaqah adalah pemberian dari seorang muslim secara
sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi waktu dan jumlah (Haul dan Nisab) sebagai
kebaikan yang dilakukan seorang muslim dengan
mengharap ridho ALLAH SWT.
2. Shadaqah
terbagi atas tiga jenis, yaitu: shadaqah sirriyah, shadaqah dengan kemampuan
maksimal dan shadaqah jariyah.
3. Shadaqah
memiliki banyak keutamaan, diantaranya: shadaqah merupakan amal yang pahalanya
berlipat ganda, shadaqah merupakan tanda ketaqwaan, shadaqah merupakan perisai
api neraka, shadaqah merupakan pemadam panas dalam kubur, shadaqah merupakan
pelindung di padang mahsyar, dll.
4. Shadaqah
pada hari jum’at memiliki banyak kebaikan dibanding shadaqah pada hari-hari
biasanya. Shadaqah pada hari itu dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam
sepekan, seperti shadaqah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh
bulan lainnya.
5. Salah
satu tanda-tanda kiamat kecil adalah lemahnya kesadaran manusia untuk bersedekah
kepada sesamanya.
B.
Saran
Setelah
kita mengetahui shadaqah dengan segala rahasianya, hendaknya kita mampu
memanfaatkan harta yang kita miliki dengan sebaik-baiknya, dengan bersedekah
tentunya. Shadaqah bukan berarti pemberian, namun sebaliknya, hal yang akan
kita terima, tapi nanti di akhirat kelak. Semoga kita tidak termasuk ke dalam
kelompok orang-orang yang bakhil dalam menginfakkan harta di jalan Allah SWT,
Karena hal ini pada hakekatnya akan merugikan kita sendiri. Jangan sampai kita
menyesal, ketika keinginan untuk bershadaqah itu datang, namun yang akan
menerima sudah tidak ada. Alangkah ruginya orang-orang yang seperti ini.
12
KEPUSTAKAAN
Agus,
Bustanuddin. 2007. Agama dalam Kehidupan
Manusia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Al-qarni, Bin
Abdullah. 2005. Jangan takut! Jagalah
Allah, Allah akan menjaga Anda. Jakarta: Magfirah Pustaka.
Daud Ali,
Muhammad. 2005. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
http://ahlul-hadits.blogspot.com/2009/10/keutamaan-shadaqah.html,
diakses pada 7 Mei 2012.
http://sangiang.wordpress.com/2008/10/13/keutamaan-shadaqah/,
diakses pada 7 Mei 2012.
http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=768,
diakses pada 7 Mei 2012.
http://almakassari.com/?p=114, diakses pada 7
Mei 2012.
http://almanhaj.or.id/content/3210/slash/0,
diakses pada 7 Mei 2012.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar